ketika saya mengetahui
mengetahui sesuatu hal yang kurang wajar datang menghampiri
sungguh aku sangat menyesali
kenapa harus aku.
aku yang harus maju di barisan depan
suasana suntuk,emosi, bercampur aduk
setelah di tambah di kurangkan di bagi di kali menghasilkan keburukan.
keburukan yang dinilai positif
padahal keburukan itu lebih banyak nilai negatifnya
pikiran sudah terlalu limit untuk berpikir kembali
memperbarui dengan mengintegralkan suatu keburukan itu maju satu level ke tingkat kebaikan
susah memang..
terlalu banyak rumus untuk menjalaninya.
antrian matriks selalu berjejer ke belakang
sehingga tambah banyak lagi volume tanggung jawab yang harus di lakukan..
hidup ini sama dengan matematika
yang rumit akan perhitungan
untuk maju ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar