Tampilkan postingan dengan label Kisahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisahku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

Ku Awali dari Bermimpi



MAN JADDA WAJADA!!

Mantra ajaib yang ku percaya ketika aku sedang menuliskan mimpiku di atas “MY DREAM BOARD”. Cukup dengan percaya diri yang tinggi dan usaha yang maksimal, saya yakin semua yang aku impikan akan terwujud satu persatu. Mimpi itu semua sudah aku tuliskan sejak aku masih duduk di bangku SMA kelas XII. Awalnya aku hanya sebatas berani bermimpi dalam angan. Namun setelah aku ikut training di SMA Hidayatullah, aku mulai berani mengeksplorasikan semua mimpiku satu persatu di atas kertas karton yang berukuran double. Tujuan dari pengeksplorasian mimpiku itu tak lain hanyalah agar semua orang tahu dengan apa yang ku impikan. Dengan tahunya mereka, itung – itung bisalah aku mendapatkan bantuan doa dari mereka semua. Ilmu tersebut aku dapatkan dari Bapak Happy Trenggono, sang motivator hebat utnuk para pemuda yang memiliki mimpi yang begitu tinggi.
Awalnya mungkin banyak yang mencerca dengan apa yang ku perbuat, bahkan orang yang pertama mencerca itu adalah orang yang aku kagumi di dunia no 2 setelah Nabi Muhammad. Beliau adalah Bapakku, sungguh miris memang ketika beliau bilang janganlah terlalu mengkhayal. Perlahan namun pasti akupun berusaha membuktikan kepada beliau, kalau aku mampu meraih itu semua. Seiring berjalannya waktu, bapak terbawa arus mimpiku. Beliau berubah derastis, dan beliau selalu memberiku semangat untuk terwujudnya mimpiku.
Mengetahui hal tersebut, senang bukan kepayang kalau aku punya pendukung lain selain ibuku. Ibuku memang luar biasa bagiku, motivasi darinya selalu membuatku semangat untuk bekerja keras. Beliaulah yang mengajak bapakku untuk mendukungku. Luar biasa kedengarannya.
Hari berganti hari, aku selalu menambahkan mimpi-mimpi yang aku inginkan. Ku tuliskan itu semua dengan rapi, seperti list belanjaan yang akan di beli. Entah berapa banyak jumlah mimpiku saat ini, mungkin sudah seratus lebih. Perlahan tapi pasti mimpi yang ku inginkan sudah ada yang terealisasi. Teruslah bersemangat untuk meraih mimpi. Siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang menjadi penyemangat utama, ketika kita punya mimpi yang begitu tinggi..

:))

Kamis, 01 Maret 2012

CeritaKu



Aku Bosan !!!
Itu yang ku ucapkan kepada ibuku, ketika aku sudah mulai jenuh akan aktifitas kuliah setahun yang lalu. Aku sudah bosan dengan semua aktivitas yang ada di kampus. Pemberontakan sudah aku mulai tahap demi tahap. Puncak dari pemberontakan itu tumpah saat bulan kedua, dimana aku sudah menginjak semester dua di perkuliahan. Tapi pemberontakan itu hanya berjalan seperti misi rahasia 007. Semuanya serba tertutup, semuanya serba sendiri, semuanya serba bungkam. Hanya saya dan tuhan saja yang tahu. Awalnya aku hanya berani mencurahkan itu semua kepada ibuku, karena aku tahu hanya beliaulah yang memahami apa yang ku mau. Awalan ketika aku menceritakan itu semua, aku hanya bisa melihat ibuku menangis sedih, karena anak perempuan satu – satunya bisa melenceng dari perkiraan. Sungguh tak kuat sebenarnya aku melihat adegan ini, tapi apa boleh buat.
Sekuat tenaga beliau mencoba mengarahkanku berkali – kali. Tiap hari, tiap waktu, beliau tak pernah bosan untuk selalu mengingatkanku. Beliau menyuruhku untuk berpikir lagi, beliau menyuruhku untuk shalat istikharah, untuk memprtimbangkan keputusan yang aku ambil nanti. Semua itu hanya ku anggap angin lalu, karena aku sudah bertekat bulat. Sampai – sampai aku melihat ibuku merasa putus asa mengarahkanku. Sampai akhirnya mengalihkan semua itu ke bapakku. Reaksi bapakku pun sama, beliau juga terseret arus yang sama dengan ibuku. Hal seperti janganlah di contoh oleh antum semua. Cukuplah hanya di saya.
Setelah berdebat lama selama 1 bulan berturut – turut orang tuaku pun memasrahkan itu semua kepada aku. Aku di bebaskan mereka untuk menentukan arah hidupku. Beliau mengijinkan aku untuk keluar dari universitas ternama di Kota Semarang. Di balik ijin itu terbesit sarat yang harus aku lakukan ketika aku gagal dengan semua yang ku inginkan. Aku ingin keluar dari kampus itu, dan aku ingin ikut mendaftar kuliah lagi di universitas lain. Namun dibalik itu semua bapakku mengajukan sarat kepadaku, “kamu boleh pindah asalkan keterima di negeri, kalau tidak kamu harus berkosekuensi kembali ke kampus yang dulu.” “dan sebelum kamu keluar, kamu harus tetap mengikuti perkuliahan itu sampek semester dua berakhir.” Terdengar sarat seperti itupun aku tertantang untuk maju kedepan. Tapi, aku terganjal dengan syarat terakhir itu. Aku sudah bosan aku tidak mau lagi.
Penuh dengan sandiwara, setiap hari aku ijin ke orang tua pergi kuliah namun aku malah pergi ke tempat lain dimana aku bisa merasakan kehidupan yang aku inginkan. Aku pergi sana – sini mencari info. Info mulai beasiswa/non beasiswa di luar negeri, info tentang snmptn, info tentang pendaftaran universitas negeri, dan banyak info lainnya. Semua itu aku awali untuk ikut mendaftar beasiswa ke luar negeri. Aku ingin sekali bersekolah di daerah timur tengah, mulai dari mesir, maroko, iran, turki, sudan dan negara lainnya yang ada di timur tengah. Aku mencoba untuk mengirim aplikasi yang pertama untuk mendaftar di Universitas Kairo. Tapi sebelum di kirim ke sana, harus melewati proses di Kedubes Mesir yang ada di Jakarta. Aku kirimkan itu semua berkasku kesana, berupa kopian pasport, ada kopian ijasah yang sudah di transletkan ke bahasa arab, ada kopian surat keterangan semuanya yang di artikan ke bahasa arab, pokonya sudah lengkap semua.
Beberapa hari setelah pengiriman itu semua aku mendapatkan telpon dari kedubes, nanti pasti ada pemberitahuan tersurat yang akan dikirim ke aku, entah semisal aplikasi itu diterima atau di tolak. Sembari menunggu lamanya pemberitahuan, akupun mencari – cari informasi untuk pendaftaran lainnya. Aku mencoba daftar SNMPTN, di tes ini aku mengambil tes IPC. Universitas ini aku pilih di Universitas Negeri Semarang. Ke tiga jurusan aku pilih disana semua. Selain itu aku mencoba mencari informasi pendaftaran diUniversitas Islam Negeri. Pertama aku tertarik dengan UIN Sunan Kalijaga, hal yang membuatku tertarik dengan universitas itu adalah karena letaknya di Jogja. Sekolah di Jogja merupakan salah satu impianku, lalu kedua aku tertarik dengan UIN Maulana Malik Ibrahim yang di Malang. Seneng deh susananya kalau mendengar nama Kota Malang. Dan yang terakhir aku tertarik di IAIN Walisongo semarang(balik di kota asal).
Setelah menunggu itu semua, aku mencoba mendaftar tes di Universitas Islam Negeri. Di saat aku mendaftar, ada saran dari bapak. Kalau aku di suruh milih di daerah deket semarang aja. Di saat ini akupun berubah menjadi anak yang patuh kepada orang tua. Aku turuti semua itu. Aku putuskan untuk pilihan pertama di IAIN Walisongo jurusan Tadris Matematika, pilihan kedua aku memilih UIN Sunan Kalijaga jurusan Pendidikan Bahasa Arab, pilihan ketiga aku memilih IAIN Walisongo jurusan Ekonomi Islam. Alhasil, Allah begiru baik kepada ku. Aku mendapatkan berkah dariNya, Aku keterima di UNNES jurusan Pendidikan Bahasa Arab, dan aku juga keterima di IAIN Walisongo jurusan Tadris Matematika. Mulailah dilanda kegalauan, aku harus memilih yang mana. Belum puas dengan dua itu, aku masih menunggu pengumuman aplikasi di terima atau tidak. Tapi untuk yang satu ini, Allah tidak mengabulkannya. Semua berkasku di tolak, karena pada saat itu Mesir lagi bergejolak. Untuk semua pendaftaran di sana ditunda, yang Al azhar pun kelihatannya juga begitu. Lalu aku di takdirkan hanya untuk memilih salah satu dari dua jurusan itu.
Aku mencoba meminta arahan dari Bapak dan Ibuku, tapi dengan kompaknya mereka menyuruh aku untuk menetukannya sendiri. Alasannya beliau tidak ingin lagi anaknya gagal dengan pilihan mereka. Tanya teman, tanya saudara, tanya pacar(saat itu masih ada batang hidungnya, tapi sekarang entah pergi kemana), tanya siapapun jawabannya sama “TERSERAH KAMU”. Galau deeeeehh...
Dengan peliknya aku mencoba untuk shalat istikharah, aku meminta kepada Allah untuk menunjukkan arahku. Aku memohon ampun padanya, aku berusaha ikhlas dengan semua keputusannya. Dan akhirnya semua itu terjawab, aku memilih IAIN Walisongo. Awalnya aku sempat berkoar – koar pada semua pihak kalau aku akan memilih UNNES. Tapi aku coba menganalisa kembali, kalau aku ambil yang di UNNES, aku akan bisa meraih mimpiku untuk berlanjut ke Timur Tengah. Tapi hanya dengan jurusan yang berbau agama saja. Disisi lain aku berpikir lagi, kalau saya ambil di UNNES bagaimanan nantinya? Modal berbahasa arabpun aku hanya bisa yang standar bahkan di bawah standar, lalu bagaimana dengan nantinya? Aku takut kalau bertemu dengan kebosanan lagi. Berpindah jalur memilih IAIN, aku pertimbangkan kembali. Kemampuanku memang lebih tajam di bidang eksak, dan kelemahanku di bidang teori. Aku gali kembali, mana yang harus aku pilih. Melihat di “MY DREAM BOARD” aku jadi lebih mantap memilih di IAIN. Di papan mimpiku itu aku tuliskan harus mendapatkan beasiswa di luar negeri. Kalau aku ambil di UNNES mungkin aku hanya bisa mendapatkan mimpi itu di Timur Tengah saja. Tapi kalau aku pilih di IAIN aku pasti akan bisa memilih negara yang aku suka untuk melanjutkan mimpiku kelak.
Memang terlalu tinggi mimpiku, tapi mau bagaimana lagi?? Berkaca dari kebanyakan orang sukses, mereka bisa sukses karen mereka berangkat dari mimpi terlebih dahulu. Dari situlah aku menerapkan prisip dalam hidupku, “Bermimpilah Selagi Kau Masih Mampu dan Masih Mau.”


Selasa, 28 Februari 2012

Touring Part 2


Malem Rabu, 1 Juni 2011.Tit tit tit, hapeku berbunyi, menandakan ada sms masuk. Hatiku senang karena itu sms pertama yang masuk pada hapeku di hari itu, walaupun sedikit agak mengharukan. Ku mulai membaca sms itu, ternyata sms itu dari anak kecil yang biasa ku panggil lek ni.
Berikut adegan di dalam sms itu ( intinya saja):
Lek ni : "Mbok dhe, besok ikut ke jogja yo."
Aku : " ayooohh jeh, tapi aku mau naek motor"
Lek ni : "beneran?? mau naek motor??"
Aku : "hoohhiiiyyyooo,.."
Lek ni : "hla trus?? kmu emang boleh??"
Aku : "boleh boleh boleh, kita besok ketemuan di jogja aja yo."
Lekni: "yoyoi mbok dhe."
Aku : "encip."

Hari mulai berganti di hari kamis, aku sudah punya rencana untuk pergi dan persiapan sudah matang. Aku chek list satu satu.
1. Helm (v)
2. sarung tangan (v)
3. masker (v)
4. peta (v)
5. minum (v)
6. uang (v)
7. jaket (v)
8. rukuh (v)
9. motor (v)
Lengkap semua, kemudian ku nyalakan sepeda motorku, lalu ku buka pinti pagar rumahku, mau mengucap salam yang biasa ku ucap ketika mau pergi, "Assalamu" ( belum selesai mengucap salam, aku mendengar ibuku memanggil aku)
berikut cuplikannya

Aku: "Berangkat dulu buk, Assalamu......."
Ibu: "nduk, bentar2 jangan berangkat sek." "masukken dulu motormu, bentar ae kok."
Aku: "dalem buk??"
(dalam pikiranku, kenapa ibuku memanggil aku?? apa sanguku mau di tambahi??? sambil berpikir begitu, aku memasukkan motorku.)
Ibu: " kwe lungguh sek nduk." ( ibuku menyuruh aku duduk dulu)
Aku: (wah bakal suwe iki, ketone aku koyok arep di sidang karo ibune aku, cs kalo diliat2 ibune aq wajahnya keliatan jutek)
Ibu: "kamu mau kemana??"
"pagi2 kok sudah rapi dan keliatan kesusu."
Aku: "hlooooo, ibuk ki piye toh???"
"kan tadi malem aku wes cerita, nek aku mbesok ajeng dateng wonten jogja."
ibu:  " oooo, kwe sido arep nang jogja to nduk??"
Aku: "yo, sios toh buk."
"pripun???"
"sangune badhe di tambahi??"
Ibu: " duit ae seng mbok karepke."
" sek, ibu arep tanglet"
Aku: (mrriiiiinnnggggggggggiiisss)," badhe tanglet nopo buk??"Ibu: " kwe, nang jogja karo sopo ae?"
"trus pirang dina nang kono??"
" trus nek nginep nang omahe sopo??"
" trus nek kwe kesasar neng kono sopo seng arep ngarahke??"
Aku: (kutarik napas, lalu ku keluarkan perlahan)
"huh, sampun buk. wonten seng di tangletke maleh??
"ngeten, aku teng jogja kalian aini, mikek lan evi." "trus kula teng mrika sedelok tok." 
" trus teng jogja, kula nginep teng eyang nur."
"yen kula kesasar, kan kula sampun sangu peta."
Ibu: " piye?"
"kowe arep nginep neng eyang nur??"
"ngarang, eyang nur ae gak ono nang omah.!"
"eyang nur kan lagi minggu wingi derek suamine neng jakarta, mergo suamine eyang nur pindah tempat kerjane."
"trus meh nginep nang ndi jal kwe??"
Aku:"tenang-tenang buk."
"rak sah khawatir kalian aku."
" dijamin aman, dan di jamin pulang dalam keadaan selamat."
Ibu: " dasar rondok kwe ki nduk."
" jenenge wong tuwa yen anake wedhok siji lungo ki mesti atine wong tuwa mak tratap.
" neng sopo nginepe??"
" nek rak jelas tempate rak sah mangkat."
Aku: " wahahahahah..(ngakak dalam hati)
(tanpa pikir panjang, aku keceplosan.)
"neng daleme mbahe aini buk."
Ibu: "aini ki sopo??"
Aku: "nggih rencang kula toh buk, kan wau mpun kula sebutke spo ae seng arep nang jogja."
Ibu: " hla nomer hapene aini piro?? tak telpune sek."
Aku: (mak tratap, bingung.) aku cepet2 sms aini, intinya ntar kalo ibuku telpon dan tnyak mau nginep dmana, ntar kmu jawab di rumahe nenek ku yo...
(dengan penasaran, ibuku terus mendesak aku)
Ibu: " ndi??"
Aku: " yo sabar to buk."
(dan akhirnya ibuku telpun aini, dan akhirnya percaya, lalu ibuku memberi restu dan aku pun berangkat menuju rumah aini, dan memutar balik pikirannku kalo ke jogjanya naik bis aja lah, cs udah terlalu siaaaanng).
(hal awal yang bermula dari kebohongan ke orang tua.)

tiba di rumah aini.
aku di sambut oleh bapaknya aini dengan ramah.
lalu ditanyai dengan beberapa pertanyaan.
(males ah nulisnya)

Bebrapa menit kmudian, kita berangkat menuju pul bis nusantara di depan ADA Banyumanik diantar oleh bapak ibunya aini.
Kita semua lalu berpamitan kepada ortu aini dan menguca trimakasih..
Lalu kemudian kita beli tiket, lalu menunggu bisnya hampir 1 jam.
di sela2 menuggu, kita semua berdiskusi ntar kita nginep dmana???tempat mna aja yang kita tuju..
Aku: "nginep neng ndi lek?"
Mikek: " nek neng ari piye??"
Lek ni: " ari dah tak pancing2, g da respon okk.."
Aku: "hla trus pje jal?"
Lek ni: "aku yo bingung ki."
Mikek: " nyari penginapan seng murah ae."
" sewa satu kamar di tempati 4 orang."
Aku: " yo wes, ngono yo iso."
" sek, opo dewe nginep nang omahe gusfat?"
" dia omahe jogja."
Lek ni: " gusfat kan cowok, mosok kita cewek berempat mau nginep dsana??"
Mikek: " iyo kak rak kepenak."
Lek ni: " rak kepenake ki aku yo g akrab sma gusfat."
" nek kepepet yo rak po ding."
Aku: " nek ngono tak sms sek yo."
Lekni + mikek: "yoyoi"
#blableblibloblu#
Aku: " entok ki mbek gusfat."
Lek ni+mikek: "alhamdulillah."
*tiba2 evi bersuara..
Evi: entar kita di jogja mau nginep dimana??
(evi tanya gitu, karena dia g dengerin perbincangan kita. cs dia dri pertma nyampek di pul dia ngerjakan laporan paktikum)
all: " di gusfat vi."
Evi: gusfat yang mana.?"
#blablebliblobu, tidak saya tuliskan lagi, ntar kepanjangan#
(dan akhirnya evi paham dengan rencana2 kita)

Lalu kita semua naek bis. 
dan berangkat ke jogja.
yeye lala.. yipyip hurreeeeeeeeeeeeyyy.

tit tit tit, hapeku berbunyi.
ternyata ada sms dari gusfat.
gusfat:" ntar nek wes nyampek sms yo."
 " ntar turune neng terminal giwangan."
 " bilang ae sma kerneknya."
Aku: "yoyoi, lek."
#blablebli blobu#

dan akhirnya, dan ternyata bis yang kita naiki tidak ke giwangan, tapi hanya sampai di jombor.

@ TO BE CONTINUED......

Jumat, 06 Januari 2012

Pemimpi tingkat DEWA

Mimpi, seperti perbuatan yang memainkan halusinasi pikiran atau rasa ingin untuk meraih sesuatu di masa yang akan datang. Itulah aku mengartikan apa itu mimpi. Aku bisa disebut sebagai tukang mimpi yang tingkat akut. Tiap hari aku selalu memainkan imajinasi ku untuk berjelajah ke dalam alam bawah sadar. Di sana aku bisa membayangkan semua apa yang aku inginkan bisa tercapai. Agar semua mimpiku tidak hanya terbayang dalam pikiran, akupun mencoba menuliskan apa yang ku inginkan dalam sebuah kertas besar. Kertas itu adalah My Dream Board, kertas itu ku buat seolah - olah menjadi papan target mimpi yang akan ku raih kelak.

Awalnya banyak orang yang mengolokku dengan berbagai sindiran,hujatan, dan lain sebagainya. Akupun hanya menganggap itu hanya angin lalu. Lambat waktu berjalan, mereka meniru kegiatanku satu ini. Banyak dari temanku yang ikut tersadar akan pentingnya kita menuliskan mimpi. Namun masih banyak pula dari mereka yang berpegang teguh pada takdir dari Tuhannya. Menurutku, pemikiran seperti itu adalah pemikiran yang dangkal. Kalau orang hidup yang mengandalkan takdir dari Tuhan saja, 100% aku yakin kalau orang tersebut tidak akan bisa sukses secara maksimal.

Banyak fakta di lapangan, orang yang sukses itu pasti berangkatnya dari bermimpi terlebih dahulu. Pastinya begitu, contoh :
Orang yang berprofesi sebagai pilot, pasti awalnya dia memiliki keinginan menjadi pilot. Mustahil jika mereka berangkat dari keterpaksaan. Nah, keinginan itulah yang bisa disebut sebagai mimpi. 

Menurutku, orang akan sukses kalau dia berani untuk bermimpi setinggi-tingginya. Percayalah, dengan berangkat dari mimpi pasti kita akan meraih kesuksesan itu, dengan catatan diimbangi dengan usaha yang mumpuni.
SEMANGAT

Senin, 26 Desember 2011

APA SUSAHNYA??

           Ketika aku berjalan menulusuri sebuah taman, tak sengaja aku melihat teman-temanku yang ku kenal saat orsenik berdiskusi di bawah rimbunan pepohonan. Akupun menjumpai mereka yang sedang asik berdiskusi sambil bercanda. Tak terasa aku pun terjerumus masuk dalam alur diskusi tersebut. Diskusi ini membahas tentang susahnya tugas yang diberikan dosen terhadap mahasiswanya. Sambil penasaran, akupun bertanya sama salah satu temanku, “tugas apa sih?”. Mereka menjawab, “tugas KTI itu hlo.” Tersontak ketika aku mendengar itu, aku bertanya dengan hati kecilku, “memang apa susahnya?”
            Dengan rasa penasaran aku mencoba bertanya lagi, “apa susahnya, kan tinggal hanya menulis saja.” Menulis itu kan mudah, kita punya pikiran apa lalu dituangkan semua di kertas jadilah tulisan.  Menulis juga tidak butuh kekuatan ekstra untuk berpikir, lalu dimana letak kesulitannya.??
            Dengan suasana yang sejuk ditemani candaan di setiap pembicaraan, ada salah satu temanku yang mencoba menjawab pertanyaan yang aku lontarkan. Kamu bisa bilang mudah karena kamu memang berbakat dalam hal tulis menulis. Sedangkan aku dan teman-teman lainnya yang tidak berbakat tetap saja susah. Menulis itu kan sama seperti sebuah ketrampilan yang dimiliki seseorang, sama seperti orang yang berbakat dengan hal menggambar. Orang yang tak punya bakat menggambar akan merasa kesulitan ketika disuruh menggambar sesuatu,sama saja dengan urusan menulis.
            Mencoba menganilisa pendapat temanku, tiba-tiba terbesit kata yang akan terucap untuk menyanggah penyataan yang di ajukan oleh temanku. Susahnya di situ ya, ujarku. Padahal tanpa kalian sadari, kegiatan menulis itu sudah kalian lakukan setiap hari. Contohnya seperti menulis curhatan di buku diary, lalu kirim pesan atau sms ke teman, lalu membuat status di dunia maya, dan masih banyak contoh lainnya.  Apakah bukti itu masih bisa dikatakan, kalau menulis itu butuh bakat dan menulis itu merupakan sesuatu hal yang susah dilakukan?
            Semua pekerjaan itu akan mudah dilakukan kalau kita mau mencoba, dan berusaha. Tidak perlu bakat dari Sang Maha Kuasa, kitapun bisa melakukan sesuatu hal yang tidak dikuasai, kalau kita mau mengasahnya tiap hari. Bakat itu benar muncul sejak kita masih balita, bahkan sejak batita pun bakat terkadang sudah terlihat pada diri manusia. Hal itu merupakan fakta yang bisa terlihat di zaman sekarang, namun bagaimana kalau seseorang itu tidak ada bakat dari dia masih kecil? Apakah orang tersebut akan mendapatkan stempel tidak bisa melakukan pekerjaan apapun?
            Disaat aku melontarkan pertanyaan itu, sesaat temanku terdiam sejenak. Ternyata saat diam itu meraka sedang melakukan sesuatu untuk mencerna semua kata yang ku ucap. Tiba-tiba ada salah satu temanku berkata, “benar juga katamu, tapi tetap saja aku selalu menemukan kesulitan ketika sedang mencoba untuk bisa.” Keslitan itu seperti otak seakan berhenti mendadak, dan jumlah stok pikiran mendadak ikut terputus koneksinya. Bagaimana kita mengatasi hal itu? Apakah kita harus memaksakan, untuk melakukan hal tersebut?
            Kalo memang otak kita sudah tidak bisa diajak kompromi, maka kita yang harus mengajaknya untuk berkompromi. Caranya dengan istirahat atau merilekkan sejenak tubuh kita. Tanpa berpikir aku menjawab seperti itu. Semangat teman kita harus bisa, kita awali kesuksesan kita dengan suka menulis. Mari kita tumbuhkan rasa suka menulis pada diri kita. Kita harus bisa, walaupun di awal terasa susah nanti kebelakangnya akan terasa mudah karena kita akan terbiasa dengan sendirinya.
             Penuh dengan rasa semangat, akupun mengajak teman-temanku untuk bangkit. Bangkit dari kesulitan yang mereka alami selama mendapat pelajaran mata kuliah KTI. Kita semua sepakat untuk bersatu menyeruakkan kalau menulis itu mudah. Pepohan yang menjadi saksi bisu, dan Allah juga menjadi saksi atas semua yang kita diskusikan hari ini.

Sabtu, 04 Juni 2011

TOURING part 1



ku tata langkahku bersama 3 wanita pemberani..
ku ingat kata bundaku ketika ku berada di luar jangkauannya.
ku baca doa slalu buat Tuhan ku, disaat keaadan tersesat.
mungkin ini semua gak akan terjadi, kalau di awalnya jujur..
tapi mau bagaimana lagi..
nasi sudah menjadi bubur.

semuanya berjalan begitu indah,
indah untuk semuanya.
meskipun ada keasaman di akhir perjalan ini.
angin bertiup malu-malu.
matahari terik menyapa suasana riang
malam yang cerah di hiasi dengan suasana yang agak mistis..
untung Tuhan melindungi kita degan mengirim seseorang yang baik hati kepada kita semua.
dia yang membawa kita untuk mengelilingi kota yang penuh dengan budaya.
dia yang melindungi kita dari apapun...
hahahaiiii...
sungguh teman yang baik hati..

Selasa, 29 Maret 2011

lika-liku kisah temanku, dan aku.

saya mempunyai teman, dia perempuan cantik, seorang muslimah tak berkerudung, pintar, dan baik kepada semua orang. saya merasa kasihan dengan teman ku ini. dia sudah menjadi anak yatim, sejak duduk di bangku SMA kelas 1. setelah ditinggal oleh ayahnya, dia mendapatkan cobaan lagi dengan kesusahannya membayar uang sekolah yang sangat mahal. jelas saja mahal, karena tempat menuntut ilmunya itu adalah sekolah swasta ternama di Kota Semarang.hari-harinya ia lakukan dengan ceria, seperti tak ada beban di pundaknya. tiap hari dia bersekolah dengan sungguh-sungguh, demi meraih keinginan ibunya. setelah pulang sekolahpun, dia membantu ibunya untuk berjualan jajanan di dekat rumahnya. tiap hari ia lakukan dengan lapang dada, tanpa mengeluh sedikitpun.perlu saya acungi jempol buat teman saya ini.tak terasa aku dan temanku ini sudah kelas XII, kita berdua dan teman-teman yang lain berusaha belajar dengan tekun agar bisa lulus. tapi ada godaan ketika di tengah perjalanan menjelang ujian nasional, temanku ini terkena godaan dengan hasutan seorang lelaki, dia merelakan bibir manisnya untuk memenuhi keinginan kekasihnya itu,saya shoooooooook berat ketika mendengar hal itu, kenapa gadis sepolos dia bisa seperti itu.karena nasi sudah terlanjur jadi bubur, dia berusaha bangkit dan memohon ampun pada sang Maha Pencipta.dia buang jauh2 orang yang telah merenggut bibir manisnya itu.
tak terasa ujian nasional pun terlaksana, kita semua berperang demi melanjutkan cita dan harapan2 yang kita punya. dan akhirnya kita lulus, namun setelah pengumuman kelulusan ada hawa yang tak enak menyelimuti relung hati temanku ini. dia tidak bisa melanjutkan kuliah karena terbentur biaya. tapi dia tak patah semangat.setelah lulus dia mencoba mencari kerja hanya untuk mendapatkan beberapa uang rupiah yang nantinya akan dia tabung untuk biaya kuliahnya kelak.dengan semangat juangnya dia mencari uang, ibunya juga tidak pernah berhenti berdoa agar temanku ini selalu dalam lindungannya. sekian lama aku dan temanku ini putus silaturahmi, karena kami sibuk dengan sendirinya. tapi suatu ketika, aku dan dia berhubungan kabar lagi melalui jejaring facebook.tapi saya di buat shhooookk kembali dengan temanku ini, sampai2 saya selalu berdoa dan menangis agar Allah selalu melindungi dia. kenapa dia sekarang malah berpacaran dengan seorang laki-laki non muslim.Ya Allah Ya Rabb,,,Astaghfirullah hal Adzimkenapa dia melenceng sejauh ini,,???mata hatinya sudah tertutup dengan rasa cinta.pikirannya sudah buntu dengan cinta..semuanya gara-gara CINTA.saya sebagai teman hanya bisa mengingatkan dia..saya sebagai teman hanya bisa mendoakan sajasya sebagai teman smuslim, d wajibkan untuk sling mengingatkan...bukannya sya menggurui kmu... sya sekedar mengingatkan... mumpung belum kjadian,.. hati perempuan itu lebih mudah untuk pasrah.. hati perempuan seringat terhanyut mengkuti arus dlam sebuah percintaan... mumpung, kisah cintamu blum mencapai keabadian... tpi jkalau nanti kejadian, sia2 ibadah yang kau lakukan,, sia2 ibumu memberi bekal padamu... jk perempuan menikah ato menjlani kisah cinta dngan org yg berbda keyakinan, perempuan it sudah d janjikan untuk tdak bsa mencium bau surga.. mencium sja tdak bsa, apalagi masuk surga... d dunia ini bnyak lelaki yg bsa menuntunmu menuju surga,, pasti ad stu dri Allah yg d jodohkaan bwat kmu.. klo memang kmu g mau pisah.. ajaklah dia memeluk agama kita,, rangkullah dia menuju jalan kebenaran,, n klo memang jalan tkdirmu seperti it,, InsyaAllah, kmu kan bsa mendapatkan surgamu nanti.. =))
itulah kata-kata yang ku ingatkan pada dia.semoga dia mau menerima masukan ku ini,semoga dia selalu menjadi muslimah sejati..AMIN..
to my friend MED
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer