A. Pengertian
Makalah
Makalah berasal
dari kata Bahasa Arab maqaala(kertas
kerja)[1]. Sedangkan
menurut istilah, sebuah tulisan yang berisi beberapa pernyataan baik secara
tertulis maupun tercetak.
Makalah sendiri
itu biasanya identik dengan karya tulis ilmiah. Hal itu di karenakan makalah
termasuk salah satu karya yang di dalamnya terkandung unsur ilmiah. Dan ilmiah
itu sendiri artinya sesuatu yang di dasarkan atas ilmu pengetahuan. Suatu karya
bisa dibilang ilmiah jika, karya itu memiliki metodologi yang tepat, memiliki
sumber data yang valid, dan harus memiliki sistematis masalah.
Makalah yang
benar biasanya harus bersifat formal, harus ada akuntabilitas akademiknya, dan
harus logis dan empiris.
“Formal” yang dimaksud itu adalah bahasa yang di
gunakan itu bahasa yang baku, bukan bahasa yang biasa di gunakan dalam
sehari-hari. Sedangkan, “Akuntabilitas
Akademik” adalah sesuatu hal yang bersifat akademi yang nantinya harus ada
pertanggung jawaban yang akan di gunakan sebagai bukti kalau karya itu benar
milik sendiri, dan karya yang di buat itu tidak main-main atau sekedar fiksi
belaka. Dan untuk “Logis dan Empiris” artinya yaitu suatu teori yang
berpendapat bahwa segala pengalaman manusia di dapat dari pengetahuan dan
pengamatan yang sesuai dengan akal.
B.
Tujuan Penulisan Makalah
Penulisan
makalah ini memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan empiris yang dimiliki
oleh setiap individu yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk menjawab semua
permasalahan yang nantinya akan muncul di dalam bab pembahasan.
Tujuan
penelitian dijabarkan guna memperoleh pengetahuan empiris yang dapat
dimanfaatkan untuk menjawab permasalahan yang dikemukakan dalam latar belakang.[2]
Penulisan
makalah juga berguna untuk memberi bekal pengalaman untuk membuat suatu karya
ilmiah sehingga nantinya mahasiswa dianggap bisa untuk berpikir dan bekerja
secara ilmiah, bisa melakukan penelitian secara ilmiah, dapat merencanakan
sesuatu hal untuk penelitian( ilmiah )
kedepannya, dan mampu menuliskan hasilnya setelah penelitian itu berakhir.
C. Ruang
Lingkup Makalah
Di
dalam ruang lingkup terdiri dari pendahuluan, pembahasan dan penutup.
“Pendahuluan”, menjelaskan tentang beberapa pernyataan dari beberapa penelitian
yang relevan dan mutakhir. “Pembahasan”
di sini menjelaskan tentang proses, dan cara membahas suatu masalah.
Bagian ini menjelaskan hasil proses analisis data yang dapat berupa penjelasan
teoritik baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik[3].
“Penutup” berisi tentang akhiran dari makalah yang di buat. Di dalam penutup
terdapat kesimpulan dari inti permasalahan. Kesimpulan hendaknya menjawab dan
selaras dengan tujuan serta hipotesis penelitian. Kesimpulan bukan merupakan
ringkasan hasil, dan bukan pencantuman alasan (reasoning) ataupun pembahasan
dan penjelasannya (discussion, explanation)[4].
D. Langkah
Penyusunan Makalah
Penyusunan
Makalah agar lebih baik tataannya maka harus membuat rancangan isi terlebih
dahulu. Tahapan yang paling mendasar adalah menentukan tema, mengidentifikasi
pembahasan, merancang kesimpulan dan saran.
Setelah
tahapan tersusun, barulah penulisan makalah bisa terealisasi. Penulisan makalah
harus memerlukan ketrampilan dalam hal tulis menulis. Ada beberapa petunjuk
yang harus di perhatikan dalam menulis makalah berdasarkan rancangan yang telah
dibuat[5].
[1] Komaruddin, & Yooke
Tjuparmah S Komaruddin, Kamus Istilah
Karya Tulis Ilmiah, Jakarta: Bumi Aksara, 2006, hlm. 143.
[2] Aziz Nur Bambang, Panduan Penulisan Karya Ilmiah,
Semarang: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, 2010, hlm 12.
[3] Bisri Mustafa, dkk, Teknik
Menulis Karya Ilmiah Menghadapi Sertifikasi, Semarang: Ghyyas Putra, 2009,
hlm 88.
[4] Aziz Nur Bambang, Panduan Penulisan Karya Ilmiah,
Semarang: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, 2010, hlm 20.
[5] Nana Sudjana, dkk, Menyusun Karya Tulis Ilmiah untuk Memperoleh
Angka Kredit, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2008, hlm 49.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar