Sabtu, 29 Oktober 2011

MAKALAH


A.    Pengertian Makalah
Makalah berasal dari kata Bahasa Arab maqaala(kertas kerja)[1]. Sedangkan menurut istilah, sebuah tulisan yang berisi beberapa pernyataan baik secara tertulis maupun tercetak.
Makalah sendiri itu biasanya identik dengan karya tulis ilmiah. Hal itu di karenakan makalah termasuk salah satu karya yang di dalamnya terkandung unsur ilmiah. Dan ilmiah itu sendiri artinya sesuatu yang di dasarkan atas ilmu pengetahuan. Suatu karya bisa dibilang ilmiah jika, karya itu memiliki metodologi yang tepat, memiliki sumber data yang valid, dan harus memiliki sistematis masalah.
Makalah yang benar biasanya harus bersifat formal, harus ada akuntabilitas akademiknya, dan harus logis dan empiris.
“Formal”  yang dimaksud itu adalah bahasa yang di gunakan itu bahasa yang baku, bukan bahasa yang biasa di gunakan dalam sehari-hari. Sedangkan,  “Akuntabilitas Akademik” adalah sesuatu hal yang bersifat akademi yang nantinya harus ada pertanggung jawaban yang akan di gunakan sebagai bukti kalau karya itu benar milik sendiri, dan karya yang di buat itu tidak main-main atau sekedar fiksi belaka. Dan untuk “Logis dan Empiris” artinya yaitu suatu teori yang berpendapat bahwa segala pengalaman manusia di dapat dari pengetahuan dan pengamatan yang sesuai dengan akal.

B.     Tujuan Penulisan Makalah
Penulisan makalah ini memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan empiris yang dimiliki oleh setiap individu yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk menjawab semua permasalahan yang nantinya akan muncul di dalam bab pembahasan.
Tujuan penelitian dijabarkan guna memperoleh pengetahuan empiris yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab permasalahan yang dikemukakan dalam latar belakang.[2]
Penulisan makalah juga berguna untuk memberi bekal pengalaman untuk membuat suatu karya ilmiah sehingga nantinya mahasiswa dianggap bisa untuk berpikir dan bekerja secara ilmiah, bisa melakukan penelitian secara ilmiah, dapat merencanakan sesuatu hal untuk penelitian( ilmiah ) kedepannya, dan mampu menuliskan hasilnya setelah penelitian itu berakhir.

C.     Ruang Lingkup Makalah
Di dalam ruang lingkup terdiri dari pendahuluan, pembahasan dan penutup. “Pendahuluan”, menjelaskan tentang beberapa pernyataan dari beberapa penelitian yang relevan dan mutakhir. “Pembahasan”  di sini menjelaskan tentang proses, dan cara membahas suatu masalah. Bagian ini menjelaskan hasil proses analisis data yang dapat berupa penjelasan teoritik baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik[3]. “Penutup” berisi tentang akhiran dari makalah yang di buat. Di dalam penutup terdapat kesimpulan dari inti permasalahan. Kesimpulan hendaknya menjawab dan selaras dengan tujuan serta hipotesis penelitian. Kesimpulan bukan merupakan ringkasan hasil, dan bukan pencantuman alasan (reasoning) ataupun pembahasan dan penjelasannya (discussion, explanation)[4].

D.    Langkah Penyusunan Makalah
Penyusunan Makalah agar lebih baik tataannya maka harus membuat rancangan isi terlebih dahulu. Tahapan yang paling mendasar adalah menentukan tema, mengidentifikasi pembahasan, merancang kesimpulan dan saran.
Setelah tahapan tersusun, barulah penulisan makalah bisa terealisasi. Penulisan makalah harus memerlukan ketrampilan dalam hal tulis menulis. Ada beberapa petunjuk yang harus di perhatikan dalam menulis makalah berdasarkan rancangan yang telah dibuat[5].


[1] Komaruddin, & Yooke Tjuparmah S Komaruddin, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Jakarta: Bumi Aksara, 2006, hlm. 143.
[2] Aziz Nur Bambang, Panduan Penulisan Karya Ilmiah, Semarang: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, 2010, hlm 12.
[3] Bisri Mustafa, dkk,  Teknik Menulis Karya Ilmiah Menghadapi Sertifikasi, Semarang: Ghyyas Putra, 2009, hlm 88.
[4] Aziz Nur Bambang, Panduan Penulisan Karya Ilmiah, Semarang: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, 2010, hlm 20.
[5] Nana Sudjana, dkk, Menyusun Karya Tulis Ilmiah untuk Memperoleh Angka Kredit, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2008, hlm 49.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer