ketika langit seperti lukisan yang tersirat di kanvas dunia.
sepertinya, aku harus memulai hidup untuk kembali ceria.
memulai hidup dengan menghilangkan rasa trauma yang pernah melanda.
memulainya dengan ikhlas, tersenyum, dan ceria.
bintang menghiasi indahnya malam.
sepertinya, aku sudah mulai menjauhi hidup yang dulu kelam.
meninggalkan sesuatu hal yang dulu sudah terbenam.
pergi dari masa lalu yang sangat kelabu.
datang ke kehidupan baru yang berasa berwarna cerah dan mengandung unsur biru.
bukan kelabu yang mengandung unsur abu abu.
senyum lebar ini sudah mulai bisa terlihat.
yang semula hanya bisa tersenyum sinis, dan membawa kesan jahat.
perubahan demi perubahan untuk kembali ke asal.
aku lakukan, demi diriku saat ini.
semoga tak terjatuh seperti kemaren, yang membuat ku sangat kesal.
akan kehidupan yang telah aku rencanakan hilang terbang kesana kemari.
terimakasih Allah.
Engakau memberi kehidupan sampai sekarang ini.
engkau tetap memberi kesempatan untuk merubah diri untuk menjadi yang lebih baik dri sebelumnya.
terimakasih Abangku
engkau adalah saudaraku satu-satunya yang terkadang terlihat aneh.
tapi sebenarnya kau punya rasa peduli sama aku.
terimakasih Bapak.
engakau ayah terbaik di muka bumi ini.
engkau sering berkeluh kesah kepada Allah.
di balik layar pintu sebuah kamar yang sering engkau buat sembahyang.
mengadu akan keinginan yang mulia demi kebahagiaan anak perempuannya.
terimakasih Ibu.
engkau ibu yang terbaik dan mulia di bumi ini.
tak bosan-bosannya kau berbicara kepadaku.
agar aku bisa kembali ceria.
terimakasih orang dalam angan
maaf tdak bsa mencantumkan namamu.
entah sihir apa yang ada pada dirimu.
sehingga aku bisa pelan2 untuk menjauh dri ketraumaan itu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar