ku tata langkahku bersama 3 wanita pemberani..
ku ingat kata bundaku ketika ku berada di luar jangkauannya.
ku baca doa slalu buat Tuhan ku, disaat keaadan tersesat.
mungkin ini semua gak akan terjadi, kalau di awalnya jujur..
tapi mau bagaimana lagi..
tapi mau bagaimana lagi..
nasi sudah menjadi bubur.
semuanya berjalan begitu indah,
indah untuk semuanya.
meskipun ada keasaman di akhir perjalan ini.
angin bertiup malu-malu.
matahari terik menyapa suasana riang
malam yang cerah di hiasi dengan suasana yang agak mistis..
dia yang membawa kita untuk mengelilingi kota yang penuh dengan budaya.
dia yang melindungi kita dari apapun...
hahahaiiii...
sungguh teman yang baik hati..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar